Isnin, 24 Disember 2012

Kehidupan

Di kehidupan sekarang 
Kita hanya merancang 
Kita sedang berjuang 

Di kehidupan lalu 
Tinggalnya kenangan dahulu 
Tinggalnya hanya begitu 

Di kehidupan hadapan 
Takdir masih menulis keadaan 
Suratan atau kebetulan 
Itu menjadi persoalan 

Kehidupan ini, kehidupan duniawi 
Penuh dengan ilusi mimpi 
Yang tidak kekal abadi 



-Malim Muda-

Rabu, 14 November 2012

hijrah

aku masih lagi berdiri 
tertinggal di sini 
sedangkan di sisi 
ramai orang sudah berlari 

merenung dalam diri 
muhasabah diri 
mencari jati diri 

menghitung dosa hati 
ditenggelami keegoan manusiawi 

kerana kejahatan gelap 
roh islamku kian malap 

mencari arah hidup 
yang lurus dan redup 
mengejar cinta Ilahi 
demi kembara suci 
hijrah ke negeri abadi 

 
-Malim Muda-

*Salam Maal Hijrah 1434

Khamis, 8 November 2012

biarkan

susah 
memang payah 
untuk mematah nafsu serakah 

letih 
kadang kala merintih 
dosa hitam putih 

bekasnya parut 
segala karut 
turut lurut 
terbiar hanyut 

terkunci segenap rongga 
tertunduk tidak terkata 
tidak berdaya lagi meronta

pasrah 
merendah ke bawah 
menyerah kalah 

hidup yang lalu 
biarkan begitu 
takdir penentu 
kemungkinan bakal berlaku..


-Malim Muda-

Rabu, 31 Oktober 2012

lari

lari dan terus lari 
berlari-lari selari 
berlari ke arah terbitnya mentari 

lari dan terus lari 
berlari dan menari 
mengejar mimpi di siang hari 

lari dan terus lari 
lari jauh dari jalan berduri 
dari memakan diri 

lari dan terus lari 
berlari menuju langit subuh 
memeluk pahala yang kian roboh 

lari dan terus lari 
berlari tanpa erti 
sudah sampai pasti 
ia akan berhenti..


-Malim Muda-

Khamis, 25 Oktober 2012

pengorbanan

jelajahilah pengorbanan ini 
demi suatu yang dijanji 
syukur diri redha Ilahi 

mengenal hati peribadi 
tunduk menyesal diri 
doa memohon mencari 

susun jiwamu dalam pengosongan 
luhur hatimu dalam perjuangan 
demi sebuah keberkatan 

demi sebuah keinsafan 
hari pergorbanan 

berkorban rasa sifat mulia 
berkorban akhirat dan dunia 
berkorban harta kerana jalannya 
berkorban masa kerana berkatnya 

berkorban raga rela binasa 
berkorban nyawa tanda kasihnya 
biarpun jiwa akan terseksa 
ikhlas dan rela asalkan bahagia.. 


-Malim Muda- 


*Salam Aidiladha 1433 Hijrah

Khamis, 18 Oktober 2012

Syair Perahu



inilah gerangan suatu madah
mengarangkan syair terlalu indah
membetuli jalan tempat berpindah
di sanalah iktikad diperbetuli sudah

wahai muda kenali dirimu
ialah perahu tamsil tubuhmu
tiadalah berapa lama hidupmu
ke akhirat jua kekal diammu

hai muda arif-budiman
hasilkan kemudi dengan pedoman
alat perahumu jua kerjakan
itulah jalan membetuli insan

perteguh jua alat perahumu
hasilkan bekal air dan kayu
dayung pengayuh taruh di situ
supaya laju perahumu itu

sudahlah hasil kayu dan ayar
angkatlah pula sauh dan layar
pada beras bekal jantanlah taksir
nescaya sempurna jalan yang kabir

perteguh jua alat perahumu
muaranya sempit tempatmu lalu
banyaklah di sana ikan dan hiu
menanti perahumu lalu dari situ

muaranya dalam, ikanpun banyak
di sanalah perahu karam dan rusak
karangnya tajam seperti tombak
ke atas pasir kamu tersesak

ketahui olehmu hai anak dagang
riaknya rencam ombaknya karang
ikanpun banyak datang menyarang
hendak membawa ke tengah sawang

muaranya itu terlalu sempit
di manakan lalu sampan dan rakit
jikalau ada pedoman dikapit
sempurnalah jalan terlalu ba’id
 
baiklah perahu engkau perteguh
hasilkan pendapat dengan tali sauh
anginnya keras ombaknya cabuh
pulaunya jauh tempat berlabuh

lengkapkan pendarat dan tali sauh
derasmu banyak bertemu musuh
selebu rencam ombaknya cabuh
la ilaha illallahu akan tali yang teguh

barang siapa bergantung di situ
teduhlah selebu yang rencam itu
pedoman betuli perahumu laju
selamat engkau ke pulau itu

la ilaha illallahu jua yang engkau ikut
di laut keras dan topan ribut
hiu dan paus di belakang menurut
pertetaplah kemudi jangan terkejut

laut silan terlalu dalam
di sanalah perahu rusak dan karam
sungguhpun banyak di sana menyelam
larang mendapat permata nilam

laut silan wahid al kahhar
riaknya rencam ombaknya besar
anginnya songsongan membelok sengkar
perbaik kemudi jangan berkisar

itulah laut yang maha indah
ke sanalah kita semuanya berpindah
hasilkan bekal kayu dan juadah
selamatlah engkau sempurna musyahadah

silan itu ombaknya kisah
banyaklah akan ke sana berpindah
topan dan ribut terlalu ‘azamah
perbetuli pedoman jangan berubah

laut kulzum terlalu dalam
ombaknya muhit pada sekalian alam
banyaklah di sana rusak dan karam
perbaiki na’am, siang dan malam
 
ingati sungguh siang dan malam
lautnya deras bertambah dalam
anginpun keras, ombaknya rencam
ingati perahu jangan tenggelam

jikalau engkau ingati sungguh
angin yang keras menjadi teduh
tambahan selalu tetap yang cabuh
selamat engkau ke pulau itu berlabuh

sampailah ahad dengan masanya
datanglah angin dengan paksanya
belajar perahu sidang budimannya
berlayar itu dengan kelengkapannya

wujud allah nama perahunya
ilmu allah akan [dayungnya]
iman allah nama kemudinya,
“yakin akan allah” nama pawangnya

“taharat dan istinja’” nama lantainya
“kufur dan masiat” air ruangnya
tawakkul akan allah jurubatunya
tauhid itu akan sauhnya

salat akan nabi tali bubutannya
istigfar allah akan layarnya
“allahu akbar” nama anginnya
subhan allah akan lajunya

“wallahu a’lam” nama rantaunya
“iradat allah” nama bandarnya
“kudrat allah” nama labuhannya
“surga jannat an naim nama negerinya

karangan ini suatu madah
mengarangkan syair tempat berpindah
di dalam dunia janganlah tam’ah
di dalam kubur berkhalwat sudah

kenali dirimu di dalam kubur
badan seorang hanya tersungkur
dengan siapa lawan bertutur
di balik papan badan terhancur

di dalam dunia banyaklah mamang
ke akhirat jua tempatmu pulang
janganlah disusahi emas dan wang
itulah membawa badan terbuang

tuntuti ilmu jangan kepalang
di dalam kubur terbaring seorang
munkar wa nakir ke sana datang
menanyakan jikalau ada engkau sembahyang

tongkatnya lekat tiada terhisab
badanmu remuk siksa dan azab
akalmu itu hilang dan lenyap

munkar wa nakir bukan kepalang
suaranya merdu bertambah garang
tongkatnya besar terlalu panjang
cabuknya banyak tiada terbilang

kenali dirimu, hai anak dagang
di balik papan tidur telentang
kelam dan dingin bukan kepalang
dengan siapa lawan berbincang

la ilaha illallahu itulah firman
tuhan itulah pergantungan alam sekalian
iman tersurat pada hati insaf
siang dan malam jangan dilalaikan

la ilaha illallahu itu terlalu nyata
tauhid ma’rifat semata-mata
memandang yang gaib semuanya rata
lenyapkan ke sana sekalian kita

la ilaha illallahu itu janganlah kaupermudah-mudah
sekalian makhluk ke sana berpindah
da’im dan ka’im jangan berubah
khalak di sana dengan la ilaha illallahu

la ilaha illallahu itu jangan kaulalaikan
siang dan malam jangan kau sunyikan
selama hidup juga engkau pakaikan
allah dan rasul juga yang menyampaikan

la ilaha illallahu itu kata yang teguh
memadamkan cahaya sekalian rusuh
jin dan syaitan sekalian musuh
hendak membawa dia bersungguh-sungguh

la ilaha illallahu itu kesudahan kata
tauhid ma’rifat semata-mata
hapuskan hendak sekalian perkara
hamba dan tuhan tiada berbeda

la ilaha illallahu itu tempat mengintai
medan yang kadim tempat berdamai
wujud allah terlalu bitai
siang dan malam jangan bercerai

la ilaha illallahu itu tempat musyahadah
menyatakan tauhid jangan berubah
sempurnalah jalan iman yang mudah
pertemuan tuhan terlalu susah


-Hamzah Fansuri-

Khamis, 11 Oktober 2012

satu kemungkinan

memikul tanggung yang perlu dijawab 
menjunjung amanah yang semakin bertambah 
mencari ikhlas yang tidak dibalas 
menurut perintah yang penuh arah 

mengotakan janji yang tidak berhenti 
mengatur gerak geri yang disembunyi 
mengukur berlakunya kebarangkalian 
menyimpan rahsia yang tak dipersiakan

persoalan yang sering ditanyakan 
kepincangan yang digembar-gemburkan 
kelemahan yang kerap digunakan 

bilakah perubahan akan dilakukan 
bilakah kekuasaan akan dihapuskan 
bilakah keadilan ditegakkkan 

ianya masih lagi satu kemungkinan 
yang akan terus menjadi penantian 


-Malim Muda-

Isnin, 24 September 2012

apa

apa diberi tangannya tinggi 
asal dapat kemahuan diri 

apa dibuat kerjanya begitu 
lakon berlaku bukan selalu 

apa rasa dipaksanya mengeras 
nampak ikhlas yang harap dibalas 

apa bayang sekejapnya hilang 
bukan tipu terang-terang 

apa cerita bukan reka 
sembunyi jangan pecah rahsia 

apa tidaknya puas hati 
yang berdiri tidak jatuh lagi 

apa peningnya akal kepala
bila disuruh kerjanya berganda 

apa pokoknya selalu bergoyang 
tidak pula anginnya bergoncang 
ada rupanya yang berdendang 
lagu trang tang-tang-tang 


-Malim Muda-

Rabu, 19 September 2012

dosa pahala

dosa pahala mungkin tersembunyi
dari kita yang tidak menyedari 
yang berlindung di sisi 
garisan yang tidak berhenti 

suatu dosa yang merendahkan diri 
lebih baik dari 
suatu pahala yang membanggakan diri 

dan pada pendosa itu 
benar-benar merasa dengan dosa 
tidak sekali-kali menyedari pahala 
hanya pendosa mengerti harga sesebuah pahala itu 

persoalannya 
apakah kita benar mencari caranya 
apakah kita benar untuk mencucinya 
sempatkah kita untuk semua itu 
atau kita cuma menunggu untuk diseret ke neraka 



-Malim Muda-

Jumaat, 31 Ogos 2012

merdeka ini

kata keramat ini dilaung
bangsa negara yang disanjung
demi tanah keramat yang dijunjung

kita sudah bebas dan lepas
dari golongan yang menindas
dari masa gelap yang lemas

demi ruang negara yang jauh
ramai pejuang kita yang jatuh
dibunuh dan dibuang roh

kini, warnanya lain sekali
segelintir kita sendiri
tidak mengerti 
erti semangat pertiwi

mereka sudah lupa dan buta
bangsa asing yang menjarah kita
dagang asing yang menjajah negara

merdeka ini
pertahankanlah ia begini
walau luka berdarah sekali
hingga ke akhir mati

merdeka negaraku
tanah lahirnya sumpahku
tanah tumpahnya darahku



"Raja Disokong, Rakyat Dipayung, 
Islam Dijunjung, Perlembagaan Disanjung, 
Bahasa Didukung, Bangsa Dikandung"



-Malim Muda-

Khamis, 16 Ogos 2012

aidilfitri ini

aidilfitri ini
laungan takbir bergema
mendayu syahdu di jiwa
membuka sinar hari mulia

takbir erti ketenangan
tanda kesyukuran hari kemenangan
sebulan puasa bulan ramadan

hari lebaran yang dinantikan
sinar pasti lambaian
penuh keihlasan satu keinsafan

aidilfitri ini
saling berkunjungan bersalaman
mengerat silaturahim ikatan
keindahan sebuah perhubungan

saling melupakan segala perselisihan
saling memaafkan kesilapan
memohon keampunan kesalahan

aidilfitri ini
buat saudara yang kejauhan
hati dalam kenangan
rindu dipertemukan

andainya tidak sempat
setidaknya masih dapat diucap
tulus hati memohon maaf
atas segala dosa dan khilaf

aidilfitri ini
yang pulang kampung halaman
berhati memandu di jalan
jangan hilang pertimbangan
kelak nyawa jadi taruhan
biar buat peringatan
tiada berguna akhir sesalan

aidilfitri ini
bagi insan penuh kekurangan
yang merayu dalam pandangan
yang mengharap dalam pengertian
sama sesama menghulur bantuan
sama seagama meringankan beban
demi menyambung kembali persaudaraan

aidilfitri ini
ramadan cepat meninggalkan
bulan penuh keberkatan
bulan penuh pengorbanan

buat jiwa yang insan
mengulit penghayatan
menghayati kesucian
dalam medan yang rawan

moga diterima segala amalan
yang menjadi rukun amalan
moga-moga berkesempatan
menunggu kedatangan
ramadan tahun hadapan

aidilfitri ini
yang telah pergi mendahului
yang telah pergi meninggalkan diri
airmata jatuh menangisi
sedih mengalir tidak henti
doa dibekal menemani
moga diberkati dirahmati
agar tempatnya berseri
hingga kekal abadi

aidilfitri ini
dengan rasa rendah diri
dari tulus hati seikhlas budi
hujung jari melingkar ke sanubari
ucapan salam aidilfitri
maaf zahiri dan batini


-Malim Muda-

Isnin, 23 Julai 2012

puasa

puasa itu pemula 
menyubur pahala 
menyuci dosa 

puasa itu berkelana 
menahan rasa 
mengunci deria 

puasa itu ibadah 
fitrah bersedekah 
bersujud di sejadah 

puasa itu pengikat 
rahmat dan nikmat 
dunia dan akhirat 

puasa itu ujian 
untuk kita berkorban 
mujahadah kerana tuhan 


-Malim Muda-

Khamis, 19 Julai 2012

rindu ini

rindu ini pada perjalanan 
rindu ini pada kenangan 
rindu ini pada pengalaman 

rindu ini pada perbuatan 
rindu ini pada penyerahan 
rindu ini pada pengorbanan 

rindu ini pada ketulusan 
rindu ini pada keikhlasan 
rindu ini pada kejujuran 

rindu ini pada kerendahan 
rindu ini pada ketenangan 
rindu ini pada kedamaian 

rindu pada keampunan 
rindu pada keimanan 


-Malim Muda-

Jumaat, 13 Julai 2012

mungkin

mungkin berjaga
atau mungkin tidur
mungkin juga lama berdengkur

mungkin sengaja
atau mungkin tidak sengaja
mungkin juga dibuat bersahaja

mungkin dicari
atau mungkin mencari
mungkin juga mencari-cari

mungkin segala semua
mungkin agaknya


-Malim Muda-

Isnin, 2 Julai 2012

mencari

mencari diri yang sesat tak jumpa 
mencari diri sesat dalam dosa 

mencari ikhlas dalam mata itu 
mencari jujur dalam hati itu 

mencari diri yang seperti dahulu 
mencari diri yang naïf pelaku 

mencari damai dari kejauhan yg dekat
mencari rindu yang ditanggung sarat

mencari diri yang hilang di dalamnya
mencari diri sembunyi tak bersuara

mencari diri dalam hati dulu 
mencari diri anak mata itu 
mencari diri yang dahulu 


-Malim Muda-

Khamis, 21 Jun 2012

menulis

bila semua menulis di dinding 
yang tak pernah habis 


menulis ikut fikiran 
bukan menulis ikut perasaan 


menulis ikut hati 
bukan menulis ikut mati 


kalaulah diketahui yang menulis itu 
bukan sekadar demi kerana semata 

menulis 
adalah menghiris halus hati 
yang penanya menari 
mengikut gerak cerita yang terperinci 



-Malim Muda-

Isnin, 18 Jun 2012

mutiara pahala

bumi semakin tua 
dosa makin angkuh menjunjung takhta 
menyelak seluruh hijab jiwa 
di setiap lurah hati manusia 

pahala sering dipandang sepi 
bagai tak bererti lalu ditepis pergi 

wahai hati-hati yang mati 
suci dan bernyawalah kembali 
agar dapat meneruskan perjuangan diri 

sesungguhnya 
yang benar itu agama 
yang kuat itu imannya 
yang lurus itu jalannya 

junjunglah mutiara pahala 
kelak akan tersua 
rahsia intan dunia 


-Malim Muda-

Isnin, 28 Mei 2012

Aku Dan Dia

Aku dan Dia 
Bukan dua dan bukan satu 
Satu masih berbentuk 
Masih berjarak titik atas dengan bawah 

Sedangkan Aku dan Dia 
Tiada titik yang halus 
Sedangkan Aku dan Dia 
Tiada rupa, tiada bentuk, tiada ruang, tiada zaman 

Aku adalah Dia 
Dia adalah Aku 
Tiada beza antara Aku dan Dia 
Tiada beza antara Dia dan Aku 

Bila Aku cuba mengenali Dia 
Aku tidak kenal lagi diriku 
Aku tidak kenal lagi diri Dia 

Bila dia cuba mengenali diriku 
Dia tidak kenal lagi dirinya 
Dia tidak kenal lagi diriku 

Aku adalah rahsia Dia 
Dia adalah rahsia Aku
Usah diganggu rahsia ini 


-Malim Muda-

Khamis, 24 Mei 2012

tak seindah wajah

Kusangka aur di pinggir tebing
Kiranya tebu di pinggir bibir
Kusangka jujur pancaran batin
Rupanya palsu penghias zahir

Kukira hati jiwa nurani
Suci seindah wajah terbayang
Kukira puji seikhlas budi
Kulupa lidah tidak bertulang

Di manis gula semut binasa
Kail berduri bersalut umpan
Di manis kata insan terlena
Kerana budi hamba terkorban

Inikah dia lakonan hidup
Di pentas dunia insan berpura
Tipu dan daya pencapai maksud
Budi dan harta merangkum noda

Rabu, 16 Mei 2012

fikirkan

Fikirkan, selamatkah kita di tangan orang-orang itu 
Fikirkan, selamatkah kita di tangan mergastua itu 
Fikirkan, selamatkah kita di tangan penglipurlara itu 
Fikirkan, selamatkah kita di tangan sang algojo itu 
Fikirkan, selamatkah kita di tangan kumpulan itu 
Fikirkan, selamatkah kita di tangan tukang karut itu 
Fikirlah, yang kita hanya selamat di dalam tanganNya


-Malim Muda-

Jumaat, 11 Mei 2012

aku dan diriku

Diriku telah hilang 
Ghaib di dalam gua yang dalam 
Gelap gulita 
Puasku mencarinya 
Namun tidak ku temui 

Sesekali kelibatnya melintasi di hadapan ku 
Bila aku cuba memegang dia kembali menghalang 

Wahai Pelindung diriku 
Lihatlah betapa kasih aku kepada diriku 
Bila Engkau memisahkan daku daripadanya 
Masih juga daku mencari-carinya. 

Wahai Pelindung diriku 
Selamatkan daku daripada fitnah diriku sendiri 
Janganlah Engkau lepaskan daku kepada sesuatu selain-Mu 
Walau sekelip mata jua.. 

 
-Malim Muda-

Isnin, 7 Mei 2012

Dhuha

Ya Allah 
Sesungguhnya waktu dhuha itu dhuhaMu 
Kecantikannya, KecantikanMu 
Keindahannya, KeindahanMu 
Kekuatannya, KekuatanMu 
Kekuasaannya, KekuasaanMu 
Perlindungannya, PerlindunganMu 

Ya Allah 
Jika rezeki masih di langit, turunkanlah 
Jika dibumi, keluarkanlah 
Jika sukar, permudahkanlah 
Jika haram, sucikanlah 
Jika jauh, dekatkanlah 

Berkat waktu dhuha 
KecantikanMu, 
KeindahanMu, 
KekuatanMu, 
KekuasaanMu 

Limpahkan kepada ku segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hambaMu yang soleh..

Khamis, 3 Mei 2012

hidup

Hidup
Satu perjuangan abadi
Yang berjalan tanpa disedari

Hidup
Takdir dan suratan
Ujian keimanan

Biarpun pahit namun
Tetap akan ditelan

Kerana hidup sukar
Dimengertikan
Ibarat mimpi dalam khayalan


-Malim Muda-

Sabtu, 28 April 2012

himpun lagi

Marilah kita berhimpun
Yang ramai bangsa melayu serumpun

Marilah kita berhimpun
Yang gemar berbalas ‘pantun’ dengan orang yang santun

Marilah berhimpun
Yang suka menyumbang nyanyi, sampai tak larat diri

Marilah berhimpun
Yang bijak mencari ruang dan peluang

Marilah berhimpun
Yang cepat melatah dan mudah 'patah'

Marilah berhimpun
Yang menunjuk perasaan yang 'perasan'

Marilah berhimpun
Yang berpakat dalam hari rakyat

Tetapi ramai juga yang tahu, itu semua lakon
Tetapi ramai juga yang tahu, itu semua labun

Ramai yang tak ingin
Ramai yang dingin
Kerana masih lagi waras untuk naik angin..



-Malim Muda-

Khamis, 26 April 2012

penyerahan

penyerahan adalah keikhlasan 
penyerahan adalah kesabaran

penyerahan adalah kepasrahan 
penyerahan adalah keyakinan 

penyerahan adalah kelapangan 
penyerahan adalah kedamaian 

penyerahan adalah kebahagiaan 
penyerahan adalah kesejahteraan 


-Malim Muda-

Selasa, 24 April 2012

anak

Anak itu anak kita
Anak itu amanah dariNya

Anak itu zuriat agama
Anak itu warisan bangsa

Anak itu belum ada akalnya
Anak itu tidak ada dosanya

Anak itu suci jiwanya
Anak itu bersih hatinya

Asuh dan pelihara
Didik dan jaga
Sementara masih ada

Jika tuhan berkehendakannya
Tuhan lebih sayangkannya
Mungkin ada hikmah antaranya

Sesungguhnya takdir kehidupan sudah ditentukan
Redha dan pasrah dengan keikhlasan
Lara dan berserah dengan pengorbanan

Anak itu tinggalnya berteman
Anak itu duduknya keriangan

Sampai waktunya ia berjalan
Menanti di pintu syurga hadapan


-Malim Muda-


*Al-Fatihah untuk Muhammad Imran Luqman..

Jumaat, 20 April 2012

kematian

kematian adalah pasti
kematian adalah sunyi

kematian adalah pilu
kematian adalah cinta

kematian adalah rindu
kematian adalah hakiki

Isnin, 16 April 2012

pantun adat

Menanam kelapa di Pulau Bukum
Tinggi sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum          
Hukum bersandar di Kitab Allah 

Laksamana berbaju besi
Masuk ke hutan melanda-landa   
Hidup berdiri dengan saksi    
Adat berdiri dengan tanda      

Lebat daun bunga tanjung           
Berbau harum bunga cempaka
Budi dijaga pusaka dijunjung         
Baru terpelihara adat pesaka

Berbuah lebat pohon mempelam                
Rasanya manis dimakan sedap
Bersebarlah adat seluruh alam              
Adat pusaka berpedoman kitab

Pokok pinang ditanam rapat   
Puyuh kini berlari-lari
Samalah kita menjunjung adat             
Tunggak budaya semai dihati

Isnin, 9 April 2012

melaka

negeri Melaka negeri yang mewah
tempat lahirnya Datuk Hang Tuah
banyak berjasa dalam sejarah
sangat terbilang tiap daerah

negeri Melaka negeri mulia
sudah terkenal dalam dunia

negeri Melaka aman dan makmur
sejak dahulu sudah termashyur

negeri Melaka negeri yang asal
negeri melayu memang terkenal
tempat pahlawan gagah dan handal
dagang santari datang berjual

Sabtu, 31 Mac 2012

kota johor bahru

kota mewah ini
bermula di awal pagi

hingga ke malam hari

berbunyi suara kenderaan
pada lebuh dan jalan
berbunyi suara semboyan
pada roda dan landasan

malam hari
neonnya bernyawa sendiri
memerhati manusia yang berlari, mencari dosa duniawi
memerhati manusia yang berhenti, mencari pahala ukhrawi

inilah wajah yang sebenar
hutan batu bandar yang terdampar
di seberang negara singa

esok hari
jejakku berakhir di sini
panjang umur, ada esok pasti aku kembali


-Malim Muda- 

Selasa, 27 Mac 2012

Dosa pahala

Ada kalanya
Kita terpaksa menipu untuk menegakkkan kebenaran jitu
Kita terpaksa mencarut untuk mematahkan yang karut
Kita terpaksa berpura-pura untuk melindungi diri kita
Kita terpaksa berahsia untuk menyembunyi harta kita


Ada tikanya
Kita terpaksa mementingkan diri untuk dapat berdiri
Kita terpaksa mencuri untuk dapat berlari
Kita terpaksa memijak supaya dapat kita lonjak
Kita terpaksa mati demi untuk selamat anak sendiri


Ada waktunya
Kita terpaksa takut semasa kita berani
Kita terpaksa berundur semasa kita kendur
Kita terpaksa berdendam demi maruah yang dipadam


Dan ada masanya
Kita terpaksa melakukan dosa
Untuk mendapatkan sedikit pahala..






-Malim Muda-

Jumaat, 16 Mac 2012

Sukarnya, Mudahnya

Sukarnya membunuh kejahatan yang liat hayatnya
Mudahnya membunuh kebaikan dengan tidak sengaja

Sukarnya membunuh kezaliman yang berkuasa
Mudahnya membunuh keadilan timbang tara

Sukarnya membunuh kecurangan peribadi
Mudahnya membunuh kejujuran di hati

Sukarnya membunuh kesesatan jalan
Mudahnya membunuh ketaqwaan iman

Sukarnya membunuh ketamakan nafsu
Mudahnya membunuh kesederhanaan dahulu



-Malim Muda-

Rabu, 7 Mac 2012

Kehidupan

Mengenang perisitiwa lama
Di tengah keheningan bergema
Di kelam kesunyian yang sama

Hanya berimaginasi
Membisu di malam sunyi
Erti hakiki di cari

Melukis tanpa dimensi
Menulis tanpa persepsi

Hidup itu hidup
Hidup itu redup
Hidup itu larut

Semakin jauh diri memandang hati
Semakin jauh hati memandang mimpi

Menilai diri yang semakin asing
Menilai hati yang semakin kering
Menilai seri yang semakin gering


-Malim Muda-

Selasa, 28 Februari 2012

Ada dalam ada

Dalam kehidupan
Semuanya ditentukan
Kebahagian dan kedukaan

Bagai hidup dalam gelap
Bagai hidup dalam jerangkap

Berhati jika tidak mati
Berhenti jika tidak pasti

Mungkinkah hidup berjalan dalam khayal
Nikmat dugaan yang kenyal

Meraba bayang-bayang
Mencari barang larang

Dimanakah cahaya itu?
Dimanakah sinar itu?

Agar jiwaku dapat merasa
Terang dalam mata
Terang dalam jiwa
Ada dalam ada


-Malim Muda-

Selasa, 21 Februari 2012

budi

Jika belayar ke tanah Acheh
Singgah dulu di Kota Deli
Jika hendak orang mengasih
Hendaklah baik bicara budi


Bunga melati bunga di darat
Bunga seroja di tepi kali
Hina besi kerana karat
Hina manusia tidak berbudi


Tingkap papan kayu bersegi
Sampan sakat di Pulau Angsa
Indah tampan kerana budi
Tinggi darjat kerana bahasa


Cuaca gelap semakin redup
Masakan boleh kembali terang
Budi bahasa amalan hidup
Barulah kekal dihormati orang

Sabtu, 4 Februari 2012

Salam Maulidur Rasul 1433H

Engkaulah suria yang menyinari kelamnya hati manusia
Engkaulah purnama penerang gelapnya jiwa manusia
Engkaulah cahaya di atas cahaya

Betapa mulia akhlakmu
Bagai cahaya kemuliaan al-Quran
Besarnya perjuanganmu menegakkan agama

Agungnya cintamu menyayangi sesama
Harum senyummu pada wajah dunia
Betapa ramah sikapmu tertanam dalam jiwa

Engkaulah suria, engkaulah purnama
Engkau cahaya di atas cahaya…



Salam Maulidur Rasul 1433H
'Persefahaman Asas Perpaduan Ummah'

Jumaat, 3 Februari 2012

peribahasa


Jikalau difikirkan tebu itu bengkok, manisnya itu pun bengkok juga
Jikalau di hulu airnya keruh, tak dapat tidak hilirnya keruh juga
Jikalau berdiri pohon kerana akarnya, kuat akar kerana tanah juga
Jikalau tidak berada-ada, masakan tempua bersarang rendah juga

Bagaimana bunyi gendang, begitulah tarinya
Bagaimana jawi makan, dimamah dulu baru ditelannya
Bagimana kuda yang baik tak bercerai daripada pelananya
Bagaimana tidak kumbang terbang, jika tidak kerana bunga di tamannya

Isnin, 30 Januari 2012

Sumpah Melayu



KAMI, umat Melayu beragama Islam pada hari ini berjanji tidak akan berhasad dengki, khianat dan iri hati, bertelagah dan berbalah sama sendiri.

KAMI berjanji akan bersatu padu dan patuh menegakkan agama Islam.

KAMI juga berjanji akan bekerja kuat untuk menyara diri dan keluarga kami.

KAMI sedia bersaing sesama umat Melayu dan kaum-kaum lain dengan jujur dan terhormat.

KAMI umat Melayu bersumpah setia untuk :



•Mempertahankan kepentingan dan hak Melayu;

•Mempertahankan kedaulatan Raja-Raja Melayu;

•Memperjuangkan ikhtisad dan pelajaran bangsa Melayu; dan

•Mempertahankan maruah Negara supaya aman sejahtera.

Jumaat, 27 Januari 2012

Kemegahan Negaraku

video
Selamatlah Malaysia Jaya
Negaraku Yang Kucintai

Seumurnya Maha Perkasa
Kedaulatan Ibu Pertiwi

Malaysiaku Maha Berjaya
Negaraku Indah Murni

Selamatlah Malaysia Jaya
Negaraku Ibu Pertiwi


-Malim Muda-

Rabu, 25 Januari 2012

renungan

Kita terlalu asyik mencari perbezaan antara kita
Kita terlalu asyik mencari keburukan antara kita
Kita terlalu asyik mencari kesalahan antara kita

Bukankan kita juga mempunyai pilihan lain?
Kita sepatutnya bersatu
Kerana kita banyak persamaan dibandingkan perbezaan
Kita sepatutnya membetulkan kesalahan
Mahupun kekurangan saudara kita

Bukannya membuatkan ia menjadi lebih buruk
Bukankah islam itu menyuruh umatnya berlaku baik sesama saudara islam yang lain?


-Malim Muda-

Isnin, 16 Januari 2012

Melayu Hang Tuah

melayu berbudi
melayu yang mempunyai hati

melayu berbahasa
melayu yang kaya adatnya

melayu rendah diri
melayu yang tunduk ke bumi

melayu sabar
melayu yang imannya tegar

melayu bijaksana
melayu yang tinggi akalnya

melayu bersemangat
melayu yang penuh keringat

melayu taat setia
melayu yang berjiwa bangsa

melayu bermaruah
melayu yang seperti Hang Tuah



-Malim Muda-

Jumaat, 6 Januari 2012

adab

Adab menuntut seribu ilmu
Adab menurut kandungnya ibu

Adab berbicara tidak mencaci
Adab berkata tidak berbunyi

Adab meminta merendah diri
Adab membuka jangan sekali

Adab berkawan biar seribu
Adab melawan biar berguru

Adab berjalan tunduk hormati
Adab menghukum adil teliti

Adab berbangsa melayu jati
Adatnya berbahasa dan berbudi



-Malim Muda-

Rabu, 4 Januari 2012

Tanah Pusaka


video


Sungguh Gemilang Negeri Ku
Yang Ku Puja Oh Tanah Malaysia

Di Merata Dunia
Harum Semerbak
Namamu Oh Malaysia

Aman Makmur Kaya Raya
Selama-Lama Hidup Maju Jaya

Kau Tanah Pusaka
Negara Ku Yang Berdaulat Dan Merdeka

Tanah Pusaka Bertuah
Berbagai Bangsa Di Dalamnya
Hidup Aman Dan Bersama
Bersatu Kerja Untuk Malaysia

Musuh Melanggar Ku Gempur
Sungguh Rela Ku Bersama
Kau Tanah Pusaka

Biar Putih Tulang
Jangan Putih Mata